Kisah Hikmah
Membongkar Keberhasilan Bunda Kurnia Dalam Memandirikan Anaknya, Fayyadh

Membongkar Keberhasilan Bunda Kurnia Dalam Memandirikan Anaknya, Fayyadh
Mandiri adalah salah satu karakteristik seorang pemimpin. Orang tua tentu akan bangga jika mempunyai anak bisa mandiri layaknya seorang pemimpin. Mandiri bukan hanya dalam artian berani melakukannya sendiri namun termasuk berani jauh dari orang tua. Biasanya, anak lepas dari orang tuanya ketika disa sudah belajar di perguruan tinggi atau menikah. Namun proses melepas ini membutuhkan perjuangan. Ada yang orang tuanya malah tidak tega, atau sebaliknya. Bagaimanapun hidup mandiri berpisah dengan orang tua membutuhkan pengorbanan.

Membongkar Keberhasilan Bunda Kurnia Dalam Memandirikan Anaknya, Fayyadh


Mandiri adalah salah satu karakteristik seorang pemimpin. Orang tua tentu akan bangga jika mempunyai anak bisa mandiri layaknya seorang pemimpin. Mandiri bukan hanya dalam artian berani melakukannya sendiri namun termasuk berani jauh dari orang tua.

Biasanya, anak lepas dari orang tuanya ketika disa sudah belajar di perguruan tinggi atau menikah. Namun proses melepas ini membutuhkan perjuangan. Ada yang orang tuanya malah tidak tega, atau sebaliknya. Bagaimanapun hidup mandiri berpisah dengan orang tua membutuhkan pengorbanan.

Demikian yang dilakukan Bunda Kurnia terhadap anak pertamanya. Melepas anaknya, Fayyadh untuk belajar di Pondok Pesantren Gontor bukanlah hal yang mudah. Bunda kurnia dan suaminya sangat berharap Fayyadh bisa mandiri di sana selain bekal ilmu yang didapatkannya. Bagaimana agar Fayyadh betah disana dan jauh dari kedua orang tuanya? Inilah coretan Bunda Kurnia:

Abang sayang, buku ini Ummi berikan agar goresan cinta ummi dan abi bisa kau baca dan rasakan setiap saat. Jaga baik baik ya buku ini. Lima belas tahun usia anakku telah siap untuk menjadi “duta agama” ini. Demikianlah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkanku mengasuh dan mendidik anakku.
Abang Fayyadh sayang, umi tahu kamu akan menjadi pemimpin bagi umat ini. Kamu akan menjadi seperti Muadz Bin Jabal, duta pertama Rasulullah menuju Yaman, yang sanggup berpikir cepat dan tanggap.

Kamu juga akan menjadi sehebat Mush’ab Bin Umair, duta Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menuju Yastrib sehingga menjadi Madinah Al Munawarah. Dialah sosok lelaki yang rela meninggalkan kemewahan untuk menjadi prajurti Allah yang cerdas dan sederhana, meski dunia bisa saja ia genggam.
Kamu akan menjadi setangguh Abu Dzar Al Ghifari duta pemberani Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang sanggup berdakwah di kampungnya sendiri, padahal itu adalah negeri perampok. Dialah lelaki yang menjadi handraul maut aman dilalui banyak manusia.

Kamu akan sekaya Abdurrahman bin Auf, duta ekonomi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Di Madinah dia membuka pasar yang gratis uang sewa. Dialah sosok lelaki kaya lagi dermawan.

Jadilah kau duta agama ini sayang. Kau sedih? Ingatlah betapa banyak nikmat Allah SWT dilimpahkan kepadamu. Perbanyaklah mengucapkan hamdalah.
Kalau kamu merasa sepi, ingatlah kau tak sendiri. Doa umi dan abi selalu menemani, malaikat-malaikat senantiasa menjagamu, dan Allah selalu mengawasimu dan mengabulkan doa-doamu.

Bersiaplah menjadi ulama besar umat ini!

Kalimat indah diatas merupakan tulisan Bunda Kurnia untuk anaknya Fayyadh ketika melepas menuntut ilmu di Gontor. Ditulis pada buku agenda yang sangat manis sebagai amunisi kerinduan dan semangat Fayyadh untuk tetap bertahan belajar di pondok pesantren.

Setiap kali berkunjung disana, Bunda Kurnia senantiasa mengisi buku tadi dengan mutiara kata yang menjadikan Fayyadh anaknya termotivasi untuk lebih mandiri dan berkarakter layaknya pemimpin. Masalah baju atau timba yang hilang di pondok bukanlah masalah yang merisaukan lagi. Karena apa? Fayyadh adalah anak yang tangguh, pemimpin yang besar, ulama yang ikhlas berdakwah karena Allah.

Sugesti seperti itu terus dihembuskan Bunda Kurnia di hati anaknya melalui buku itu. Buku ajaib sebagai anchor dalam proses hypnoparenting yang dahsyat efeknya. Buktinya sekarang Fayyadh sudah menampakkan kapasitasnya di pondok pesantren. Kemandiriannya terasah baik. Kemampuan agamanya pun terbilang bagus. Layaknya menjadi ulama besar umat ini seperti yang dicita-citakan orang tuanya.

Meski jarang bertemu, hypnoparenting tetap bisa dilakukan karena kedekatan hati orang tua dan anak.
 
Sumber: hypnoparenting Islami – Mandidik Berbasis Qur’ani.









Kisah Hikmah Lainnya
Sering Tidak Diperhatikan, Ini 5 Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Kecil
Sering Tidak Diperhatikan, Ini 5 Cara Membentuk Karakter Anak Sejak Kecil
Rabu, 07 Maret 2018 03:29 WIB
Saat memiliki seorang anak, orang tua memiliki kewajiban besar untuk menjadikan mereka sosok orang yang baik di masa kini dan masa depan. Nah, salah satunya adalah menumbuhkan sikap dan perilaku positif sejak dini. Memang dalam menumbuhkan perilaku positif pada anak ini adalah hal yang tak bisa dianggap enteng. Tapi jika diniati dan dilakukan dengan baik, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang positif sesuai dengan harapan
4 Cara yang Dicontohkan Rasulullah Dalam Mendidik Anak
4 Cara yang Dicontohkan Rasulullah Dalam Mendidik Anak
Kamis, 04 Agustus 2016 02:19 WIB
Rasulullah telah menyampaikan dalam haditsnya tentang mendidik anak dan peran penting kita sebagai orangtua dalam mendidik anak, ada beberapa hal yang disampaikan oleh baginda Rasulullah harus kita jadikan contoh ataupun teladan dalam mendidik anak, apalagi munculnya teknologi yang dapat merusak masa depan anak-anak, terutama merusak agama, bangsa, Negara maupun masa depan anak itu sendiri.
Sang Ahli Ibadah Masuk Neraka Karena Mengabaikan 4 Syarat ini. Apa Saja Syaratnya ?
Sang Ahli Ibadah Masuk Neraka Karena Mengabaikan 4 Syarat ini. Apa Saja Syaratnya ?
Senin, 21 November 2016 04:24 WIB
Jangan berbicara kecuali benar dan bermanfaat karena setiap patah kata pasti didengar Allah dan harus kita pertanggungjawabkan. Berpikir dan menimbang sebelum bicara menjadi satu keniscayaan. Bertanyalah selalu, pantaskah saya bicara seperti ini? Benarkah perkataan ini kalau saya ucapkan?
Anak Kita adalah Pemenang
Anak Kita adalah Pemenang
Senin, 09 September 2013 04:02 WIB
sygmadayainsani.co.id - Pada dasarnya setiap anak adalah pemenang. Mengapa demikian? Karena kehadiran mereka ke dunia diawali dari suatu kemenangan yang diperolehnya. Mereka hadir karena kesuksesan. Seorang pemenang tidak senang direndahkan dan dipermalukan. Kalimat berikut ini menjelaskan bahwa se

Perlu Bantuan?

Hai, Saya ernawati Anda memerlukan bantuan saat belanja produk? Asisten belanja Anda siap membantu Anda, atau Anda membutuhkan informasi lebih lengkap tentang produk-produk kami silahakan hubungi saya.

Hubungi Saya Tentang Saya